Islam Bukanlah sebuah "Agama"

Islam Bukanlah sebuah agama 
(Membuka Makna lain Islam)

Oleh: Ali rumi

Banyak dari kita mengetahui bahwa islam adalah sebuah agama, akan tetapi bagaimana jika islam bukanlah sebuah agama?
Hal ini tentu menarik perhatian orang yang beragama, bagaimana bisa islam bukanlah sebuah Agama. Coba pertanyaannya kita balik bagaimana islam adalah sebuah agama?

Akhir-akhir ini banyak yang mengaku islam,tapi tidak tahu makna dari islam. Banyak yang berpendapat bahwa islam arti nya SELAMAT, iya ini memang benar. Akan tetapi, disini saya ingin menejelas sedikit mengenai apa itu Islam. Sebenarnya islam bukan berarti SELAMAT, Islam ialah berarti BERSERAH DIRI. Berserah diri kepada Siapa? Tentu kepada Allah Swt. Dari penjelasan diatas sudah berbeda mengenai Islam yang berarti SELAMAT & BERSERAH DIRI. Sebenarnya Selamat adalah buah dari berserah diri.

Islam terdiri dari huruf alif ,sin, Lam alif dan Mim. Jelas berbeda dengan Selamat. SELAMAT terdiri dari 3 suku kata yaitu sin,Lam dan Min (Salimun). Saya tidak menyalahkan islam itu SELAMAT, selamat adalah hasil akhir(output). akan tetapi Islam itu adalah Akarnya. Seperti dalam surah Ibrahim. (Surah 14 ayat 24-26) disitu dijelaskan bahwa sesungguhnya Allah mengumpamakan seperti sebuah pohon.

Kasyajaratin thayyibatin ashluHaa tsaabitun (“akarnya teguh”) wa far’uHaa fis samaa-i (“Dan cabangnya [menjulang] ke langit.”) watutiq uqualaha (dan memberikan Buah )
Jadi islam itu adalah Akarnya, Din/jiwa adalah batangnya dan buahnya adalah SELAMAT.

Karena banyak orang yang mengaku islam yang mengartikan Din sebagai Agama. Ini yang akan menjadi persoalan kita. Jika kita lihat definisi A-gama dalam bahasa sangsekerta yaitu A(tidak) Gama(kacau) yang berarti TIDAK KACAU. Sedangkan islam yang berarti BERSERAH DIRI. bagaimana jika kita hubungkan antara Agama dan islam yang memiliki arti TIDAK KACAU BERSERAH DIRI mungkin kalimat ini bisa diterima sebagai orang yang beragama islam. Akan tetapi kita akan membuka ruang arti yang lain. Contoh, Jika kita artikan Din sebagai JIWA, maka akan lebih nyambung, coba kita artikan dinnul islam sebagai JIWA YANG BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH. Kalimat ini akan lebih pas dan hasilnya akan selamat di dunia dan akhirat. Tapi apabila din diartikan sebagai agama islam itu kurang nyambung. Maka akan jadi TIDAK KACAU BERSERAH DIRI. Saya tidak menyalahkan anda yang memakai din sebagai arti agama, itu adalah hak anda.

Setahu saya istilah ini muncul adalah ada seorang yahudi yang bernama Dr.snouck. dan akhirnya dia mengadopsi dari kata Din menjadi Agama, sehingga apa yang muncul, yang muncul adalah ego, yang muncul adalah merasa aku paling benar. Seandainya Din ini diartikan sebagai JIWA. Innadin naindaullahil islam artinya sesungguhnya jiwa yang kembali kepada Allah adalah jiwa yang berserah diri. Tetapi ketika kata Din dikembalikan kepada arti Agama. Innadin naindaullahil islam sesungguhnya agama yang paling benar disisi allah adalah agama islam. Apa yang muncul? Yang muncul adalah Ego ini buahnya, outputnya bukan selamat, malah akan terjadi perang,terjadi caci maki, merasa aku yang paling benar. Ini sama seperti sejarah Firaun anna rabbaqulmualaq saya paling benar, tentang ketuhanan adalah saya yang paling benar. Bukan mengaku Tuhan, akan tetapi cara tentang ketuhanan itu dia mengaku adalah aku yang paling benar(klaim kebenaran) dan apa yang terjadi juga pada Nabi Nuh, orang" pada saat itu terjadi kemusyrikan menganggap tata cara beribadah nya yang paling benar. Ini disebabkan apa? Bisa jadi ini disebabkan oleh Agama, ah tentu kita ngga percaya masa sih masalah agama, akan tetapi pengaruh psikologis manusia(Ego) terhadap agama jauh lebih besar ketika islam dijadikan sebagai agama, coba islam dijadikan sebagai Jiwa yang berserah diri. Terserah anda yang ingin mengartikan islam sebagai jalan, Islam sebagai JIWA berserah diri, akan tetapi tidak pas jika diartikan sebagai agama.

Adapun contoh lain ketika kita sholat saat takbiratul ikhram itu adalah tanda penyerahan diri yaitu JIWA yang berserah diri kepada ALLAH. Dan adapun ketika seorang penjahat yang ditodongkan pistol terhadap dirinya, pasti ia akan mengangkat tangan menandakan bahwa menyerah/penyerahan diri.
Ini adalah sebuah analogi, dan kita tidak membahas analogi tersebut.

Mungkinkah islam bukanlah sebuah "agama"?

Islam berasal dari bahasa arab, kenapa dikombinasikan dengan bahasa sangsekerta yaitu a-agama. Dari mana itu ada? Kapan itu ada?
Karena Rasullullah itu adalah orang yang berserah diri. Jiwanya berserah diri. Sebagaimana firman Tuhan : wannafaha ruh. Dan aku titipkan Ruh/jiwa. sebagai apa? yaitu sebagai hukum/ketetapan. Sepeti dalam surah yasin. Yasin, walquran nilhaqim. Quran itu adalah diri, yaitu sebagai JIWA kita yang berarti hukum/ketetapan. Seandainya kata Din diartikan sebagai JIWA itu akan lebih tepat.
Seperti ayat ini: alyauma a'maltulaqum dinuqum wa'amantum alaikum/Pada hari itu aku sempurnakan jiwa itu. Dan jadikanlah jiwa sebagai imam yang berserah diri. Jadi islam itu adalah Jiwa yang berserah diri kepada allah Swt.

Waulahhu'alam bi shawab......

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesadaran Metafisika Rene descartes

Menggapai Betuah